Senin, 13 April 2009

REGGAE n RASTA

Di Indonesia, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta. Padahal, reggae dan rasta sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda. "Reggae adalah nama genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah sebuah pilihan jalan hidup, way of life,"di balik ingar-bingar dan kegembiraan yang dibawa reggae, ada stigma yang melekat pada para penggemar musik tersebut. Dan stigma tersebut turut melekat pada filosofi rasta itu sendiri. "Di sini, penggemar musik reggae, atau sering salah kaprah disebut rastafarian, diidentikkan dengan pengisap ganja dan bergaya hidup semaunya, tanpa tujuan. Padahal, filosofi rasta sesungguhnya justru mengajarkan seseorang hidup bersih, tertib, dan memiliki prinsip serta tujuan hidup yang jelas. Penganut rasta yang sesungguhnya menolak minum alkohol, makan daging, dan bahkan mengisap rokok. "Para anggota The Wailers (band asli Bob Marley) tidak ada yang merokok. Merokok menyalahi ajaran rastafari.

Pemusik Tony Q Rastafara pun mengakui, meski ia menggunakan embel-embel nama Rastafara, tetapi dia bukan seorang penganut rasta. Tony mencoba memahami ajaran rastafari yang menurut dia bisa diperas menjadi satu hakikat filosofi, yakni cinta damai. "Yang saya ikuti cuma cinta damai itu," tutur Tony yang tidak mau menyentuh ganja itu.
Namun, meski tidak memahami dan menjalankan seluruh filosofi rastafari, para penggemar dan pelaku reggae di Indonesia mengaku mendapatkan sesuatu di balik musik yang mereka cintai itu. Biasanya, dimulai dari menyenangi musik reggae (dan lirik lagu-lagunya), para penggemar itu kemudian mulai tertarik mempelajari filosofi dan ajaran nya.

6 komentar:

  1. asik tuh artikel Luch...

    ReGGae m Rasta kan sama2 gimbaL...

    BalasHapus
  2. bneran nih the wailer gk ngrokok,,,
    tapi mreka pasti minum kan?? mslahny d vid will be forever lovimg jah yg pake tpi konyol itu klo gk slah ngebir deh....

    BalasHapus
  3. Tapi temen aku nyebut rasta itu sbagai ganja, dan mrka menggunakannya buat lalapan lauk makan. Gimana tuh? =,=
    Beda lagi maknanya donk, atau salah penafsiran kaya kamu blang. Hhmn...

    BalasHapus
  4. rasta itu jalan hidup , tapi bukan agama
    Seseorang mantan Raja Ethiopia yang bernama "Halie Selassie I" di akui sebagai Raja di raja, Tuan dari segala Tuan bagi kaum Rastafari, atau bisa dibilang sebagai "YAH" / "JAH" (panggilan Tuhan / Allah bagi kaum rastafari). Kaum rastafari adalah Vegetarian, mereka tidak mengonsumsi daging, kecuali daging yang sudah di tetapkan, pemakaian ganja pun tidak sembarangan. Ganja digunakan kaum rastafari untuk ritual keagamaan dan pendekatan diri kepada "JAH", istilahnya ganja itu digunakan ketikan beribadah/saat sembahyang agar lebih khusyu.
    Berikut ini beberapa ajaran-ajaran yang di ajarkan kaum rastafari :
    1. Kaum rastafari adalah vegetarian, mereka tidak makan daging kecuali daging yang sudah di tetapkan.
    2. Rastafari melarang keras penganutnya mengkonsumsi Alkohol, Mabuk,menggunakan zat psikotropika/obat bahkan Merokokpun tidak diperbolehkan. (Personil The Wailers tidak ada yang merokok).
    3.Kaum rasta tidak diperbolehkan meletakan gunting diatas kepala, istilahnya mereka tidak boleh mencukur rambutnya dan membiarkan rambutnya panjang hingga bersilang-belit/gimbal (Mencukur rambut hukumnya Haram bagi kaum rastafari).
    4.Rastafari mengajarkan penganutnya untuk selalu HIDUP DAMAI, melawan/memberontak arus-arus pemerintah yang mencoba mengusik dan menindas mereka.

    So... Jangan beranggapan negativ dulu ya ....

    Rastafari berkembang diantara penduduk yang miskin dan merasa bahwa masyarakat saat itu tidak mau menolong mereka, kecuali membuat mereka lebih menderita. Mereka berontak dan berusaha merebut kembali hak dan kebudayaan mereka yang telah di curi oleh kaum Babylon (penguasa penindas) yang selalu menganggap mereka sebagai budak. Sebelum perdana mentri Michael Manley berkuasa di jamaika, aparat kepolisian jamaika sering kali mempermalukan kaum rasta dengan cara menjambak rambut gimbal mereka dan kemudian mencukurnya habis.Setelah perdana mentri Michael Manley berkuasa, upaya mengangkat martabat kaum rastapun tercipta. Perdana Mentri Manley mengeluarkan keputusan yang menghalalkan Ganja. Kaum rastafari juga diberikan kesempatan untuk ber-Ziarah ke Ethopia, Tanah Perjanjian/Zion di Afrika. Kaum rastafari menganggap Ethopia adalah Zion dan mereka percaya bahwa Tuhan akan mengembalikan mereka ke Zion.


    Gerakan/Ajaran rastafari ini telah tersebar ke seluruh pelosok dunia, terutama melalui imigrasi dan perkembangan musik Reggae di dunia. Bob Marley adalah salah satu tokoh penting dalam penyebaran ajaran rasta ini, Bob Marley menyuarakan ajaran-ajaran Rastafari dari beberapa lirik lagu yang telah diciptakannya dan kemudian lirik-lirik lagu yang di iringi musik reggae itu mendunia, tidak heran jika Bob Marley di anggap sebagai Nabi-nya kaum rasta, karna telah menyebarkan ajaran rasta ke seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia.
    Buffalo Soldier adalah salah satu lagu Bob Marley yang mengisahkan tentang seseorang rastafari yang berjuang di medan perang untuk kemenangan amerika di perang Vietnam. Lirik lagu ini merupakan suatu pengalaman Bob Marley ketika diwajibkan oleh pihak berwenang disana dan direkrut menjadi milisi militer ketika merantau ke Delaware, Amerika. Kekejaman tentara Amerika saat itu menggunakan bom napalm di medan perang yang telah merenggut ribuan nyawa masyarakat sipil. Para tentara ibarat "Buffalo Soldier", kerbau yang dicolok hidungnya dan hanya bergerak mengikuti garis komando para Jendral di Pentagon.
    Berikut ini sedikit arti dari lirik lagu Buffalo Soldier :
    Buffalo Soldier, Dreadlock Rasta ...
    (Tentara kerbau, Berambut Gimbal)

    There was a Buffalo soldier ..
    (Tentara kerbau itu hidup)

    In the heart of Amerika...
    (Didalam hati Amerika)

    Stolen From Africa, brought to America...
    (Dicuri dari Afrika, Dibawa ke Amerika)

    Fighting on arrival, fighting for survival....
    (Bertarung ketika tiba, bertarung untuk bertahan hidup)


    BACA !!!
    JANGAN NGAKU ANAK REGGAE !!

    BalasHapus